Opini-Perlunya Sekolah Parenting Studies Sebagai Solusi Tingginya Kasus Nikah Siri

Belakangan ini sering diberitakan banyaknya kasus nikah siri. Seks pranikah juga sudah tidak asing di telinga kita meskipun agama jelas-jelas mengharamkan, juga dampaknya dapat menimbulkan penyakit infeksi pada kelamin. Bahkan bagi sebagian remaja,  seks pranikah dianggap wajar sesuai dengan perubahan zaman. Kebanyakan dari masalah yang Ptelah disebutkan di atas adalah akibat dari kelalaian orang tua, pengaruh lingkungan, ekonomi, perkembangan media komunikasi dan kurangnya pengetahuan yang dimiliki remaja.

Remaja memang sangat rentan terhadap pergaulan bebas, keadaan ini sangat memprihatinkan. Seperti kita tahu, bahwa masa remaja merupakan masa untuk mencari jati diri. Remaja selalu ingin mencoba berbagai hal, yang kadang kala hal tersebut malah menjerumuskan mereka pada hal-hal yang negatif. Sehingga banyak masalah akan muncul. Tidak hanya menyangkut dirinya, orang tua pun akan ikut terlibat.

Remaja yang mengaku pernah melakukan hubungan seks pranikah berusia 13 sampai 18 tahun dan 85 % melakukan di rumah mereka (Bangka Pos, 2010). Hal ini jelas menandakan kurangnya perhatian dari orang tua. Di Jabodetabek, berdasarkan data BKKBN,  pada 2005 sebanyak 51 % remaja pernah melakukan hubungan seks pranikah ( Bangka Pos, 2010). Survei yang dilakukan BKKBN tahun 2008 menyebut 63 % remaja di beberapa kota besar di Indonesia telah melakukan seks pra nikah (Kompas.com, 2010). Terjadi peningkatan kejadian sekitar 12 % antara data tahun 2005 dengan tahun 2008.

Kurangnya pendidikan moral di sekolah juga sering  disebut-sebut sebagai  penyebab remaja/i terjebak dalam pengaruh negatif dunia luar. Kerusakan moral yang tidak segera diatasi akhirnya menimbulkan masalah-masalah baru bagai mata rantai. Pergeseran nilai di tengah-tengah masyarakat kita saat ini telah mencapai level yang sangat mengkhawatirkan. Untuk memulihkan hal ini tentu tidak mungkin dalam waktu yang singkat dan informasi kepada masyarakat. Lembaga pendidikan formal yang dilakukan dengan memberikan sekolah parenting studies, sebagai solusi tingginya kasus nikah siri di kalangan remaja. Dengan program kegiatan ini diharapkan dapat membantu pelaksanaan dalam pemulihan dan penjagaan nilai-nilai moral untuk generasi selanjutnya.

Pengaruh media massa juga menjadi pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan moral yang terjadi di Indonesia dan seluruh dunia dewasa ini. Tayangan infotainment yang menampilkan sosok public figur yang diidolakan remaja melakukan hal-hal yang tidak baik seperti mengkonsumsi narkoba, free seks, selingkuh, kawin cerai dan hal lain yang tak pantas ditiru akhirnya seolah menjadikan contoh paradigma baru trend dunia modern pada masyarakat.

Himpitan masalah ekonomi menjadikan temperament seseorang menjadi lebih emosional. Ketidaksiapan seseorang untuk berumah tangga merupakan salah satu faktor masalah ini selain faktor pendidikan pada lingkup keluarga saat orang tersebut sebagai anak ataupun karena lingkungan pendidikan formal yang ditempuh serta  profesinya saat ini dan puluhan alasan lainnya.

Peran orang tua sangat penting dalam mendorong potensi anak. Sayangnya saat ini tidak ada lembaga pendidikan formal maupun kursus yang mengajarkan untuk menjadi orang tua yang baik sehingga mampu membangun keluarga yang kokoh dan mendorong potensi anak. Masih belum ada bentuk sosialisasi tentang peran penting orang tua untuk membentuk generasi yang luar biasa di mana di dalamnya terdapat keluarga yang kuat, kompak, bahagia dan sejahtera. Mendasari dari kondisi tersebut di atas, maka perlu diadakan  Parenting Studies pada lembaga pendidikan formal.  Parenting studies merupakan pendidikan calon orang tua untuk mempersiapkan pemuda dan pemudi memasuki jenjang pernikahan dengan aman. Memberikan pemahaman akan fungsi dan peran institusi pernikahan sebagai sebuah upaya untuk menyatukan seluruh aspek kehidupan. Memberikan pengajaran dalam membentuk pondasi keluarga yang kokoh, cara mendidik anak dan mendorong potensi anak. Mensosialisasikan seluk beluk dan kerugian nikah siri, akibat dari melakukan seks pranikah dan efek dari pernikahan dini terhadap kelangsungan hidup berumah tangga. Memberikan pengetahuan seks berupa Kesehatan Reproduksi Remaja. Memberikan tips-tips untuk membentengi diri dari pengaruh negatif kemajuan teknologi informasi.