Tugas SIM 2 – Sistem Informasi, Organisasi dan Strategi

NAMA : SAID HAMZALI
NPM : 1609200020106
MATA KULIAH  : SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
NAMA DOSEN : Dr.ISKANDARSYAH, S.E,M.M

TUGAS EVALUASI BAB III SISTEM INFORMASI,ORGANISASI DAN STRATEGI

  1. Bagaimana model daya kompetitif Porter membantu perusahaan dalam mengembangkan strategi kompetitif dengan menggunakan sistem informasi?

Definisi model daya kompetitif Porter dan cara kerjanya

Model daya kompetitif Porter adalah model yang digunakan untuk membantu bisnis menggunakan sistem informasi untuk keunggulan kompetitif perusahaan. Dalam model daya kompetitif porter posisi strategis perusahaan ditentukan oleh kompetisi secara langsung dengan pesaing tradisional tetapi juga dipengaruhi pemain baru di pasar, produk dan jasa pengganti, pelanggan dan pemasok. Sistem informasi membantu perusahaan bersaing dengan mempertahankan harga yang rendah, membedakan barang  maupun jasa, berfokus pada peluang yang ada pasar, kemudian memperkuat hubungan pelanggan dan pemasok sehingga bisa meningkatkan batasan masuk ke pasar dengan tingkat operasional yang sangat baik. Model ini menyediakan pandangan umum terhadap perusahaan, pesaingnya dan lingkungan perusahaan yang bisa menentukan nasib suatu perusahaan.

Adapun cara kerja model daya kompetitif Porter, bisa dijelaskan dengan gambar dibawah :

struktur-industri4

Bahwa gambar diatas menjelaskan bahwa cara kerja model daya kompetitif Porter, posisi strategis suatu perusahaan dan strateginya tidak hanya ditentukan oleh persaingan dengan pesaing langsung tradisionalnya, tetapi juga oleh empat kekuatan dalam lingkungan perusahaan.

  1. Pesaing Tradisional
    Semua perusahaan berbagi ruang pasar dengan kompetitor lain yang terus merancang, cara yang lebih efisien untuk menghasilkan dengan memperkenalkan produk dan layanan baru, dan mencoba untuk menarik pelanggan dengan mengembangkan merek mereka dan membebankan biaya beralih pada pelanggan mereka.
  1. Peserta Pasar Baru
    Dalam suatu perekonomian bebas dengan tenaga kerja mobile dan sumber daya keuangan, perusahaan baru selalu memasuki pasar. Dibeberapa industri, ada hambatan yang sangat rendah untuk masuk, sedangkan di industri lain, masuk sangat sulit.
  1. Produk dan Jasa Pengganti
    Hampir di setiap industri, muncul produk-produk penganti/substitusi apabila harga produk yang ditawarkan terlalu mahal oleh produsen ke konsumen.
  1. Pelanggan
    Perusahaan yang menguntungkan tergantung dalam ukuran kemampuannya untuk menarik dan mempertahankan pelanggan, serta biaya harga tinggi. Kekuatan pelanggan tumbuh jika mereka dapat dengan mudah beralih ke produk dan layanan pesaing, atau jika mereka dapat memaksa bisnis dan pesaingnya untuk bersaing pada harga sendirian di pasar transparan di mana ada produk diferensiasi, dan semua harga diketahui langsung oleh konsumen melalui internet.
  2. Pemasok
    Kekuatan pasar pemasok dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap keuntungan perusahaan, terutama ketika perusahaan tidak bisa menaikkan pada secepat pemasok bisa. Perusahaan memiliki kontrol yang lebih besar lebih dari pada pemasok pada harga, jangka, kualitas, dan jadwal pengiriman.

Keunggulan Kompetitif berdasarkan model daya kompetitif Porter

Kemampuan yang dimiliki oleh sebuah organisasi atau perusahaan untuk merumuskan strategi dan mengaplikasikannya di posisi yang tepat dan menggunakan kemampuan karakteristik serta segala sumber daya yang dimiliki perusahaan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Ada dua hal yang akan mempengaruhi tercapainya keunggulan kompetitif berdasarkan model daya kompetitif Porter yaitu harga yang rendah dan keunikan produk itu sendiri.

Empat strategi kompetitif dari sistem informasi yang dapat dicapai oleh perusahaan

Ada empat strategi umum yang masing-masing mnenggunakan  sistem informasi yaitu :

  • Biaya Kepemimpinan/Manajemen yang Rendah

Menggunakan  sistem informasi untuk membuat produk dan jasa pada harga yang lebih rendah dari pesaing dengan peningkatan kualitas dan pelayanan.

  • Diferensiasi produk

Menggunaka sistem informasi untuk membedakan produk, dan mengadakan produk dan jasa baru.

  • Fokus pada peluang pasar

Menggunakan sistem informasi untuk memungkinkan strategi yang fokus pada peluang pasar atau spesialisasi.

  • Kedekatan pelanggan dan pemasok

Menggunakan sistem informasi untuk mengembangkan hubungan kuat dan kesetiaan pelanggan dan pemasok.

Sistem informasi dapat mendukung masing-masing strategi kompetitif dan contohnya

  1. Biaya Kepemimpinan/manajemen yang rendah, ini digunakan untuk mencapai harga dan biaya operasional yang serendah-rendahnya. Contohnya Walmat bisnis ritel di Amerika Serikat, dimana Walmat selalu menjaga barang tetap murah dan rak barang dagangan yang tetap terisi dengan menggunakan sistem ulang berkelanjutan untuk memberi informasi kepada pemasoknya untuk pengisian ulang barang dagangan setelah konsumen membayar barang belanjaannya di kasir, kemudian konter kasir mengirimkan data transaksi pembelian ke computer pusat perusahaan Walmart. Dengan adanya sistem ini Walmart tidak perlu lagi mengeluarkan banyak uang untuk  memelihara gudang penyimpanan barang berkapasitas besar. Contoh ini merupakan sistem tanggapan pelanggan yang efisien karena secara langsung menghubungkan antara konsumen kepada distribusi dan produksi serta rantai persediaan.
  2. Diferensiasi Produk, ini digunakan untuk menciptakan produk atau layanan baru, atau mengubah secara signifikan keyakinan konsumen dalam menggunakan barang atau jasa. Contohnya:
    – Google secara terus-menerus memperkenalkan jasa pencarian unik dan baru pada lokasi webnya, seperti Google Maps
    – Paypal, suatu sistem pembayaran elektronik, di 2003, e-Buy membuat pelanggan mudah untuk membayar.
    – Appel menciptakan iPod, suatu musik digital yang unik, musik online dapat dibeli dari $. 69 sampai $ 1.29.
    Dari ketiga contohnya diatas jelas bisa kita lihat bahwa sejumlah perusahaan melakukan diferensiasi produk yang mengembangkan produk ataupun jasa berbasis Teknologi Informasi yang sulit ditiru pesaingnya, atau butuh waktu lama untuk dapat menirunya.
  3. Fokus pada Ceruk Pasar, menggunakan sistem informasi memungkinkan fokus pada pasar secara spesifik, dan menargetkan pasar lebih baik dari pesaing. Sistem informasi mendukung strategi  dalam memproduksi dan meneliti data untuk penjualan yang dibuat oleh pemasaran. Contohnya perusahaan dengan menggunakan sistem informasi untuk meneliti pola pembelian dan pilihan sehingga mereka secara efisien membuat iklan ke target pasar jauh lebih kecil. Data datang dari bidang sources-credit kartu transaksi, data demo-graphic, data pembelian dan data di kumpulkan ketika orang-orang mengakses dan saling berhubungan dengan lokasi web. Perangkat lunak menyimpulkan aturan untuk pengambilan keputusan. Analisa data memasarkan dan menciptakan pesan pribadi yang didasarkan pada pilihan berbeda dari yang lain. Kartu kredit Perusahaan bisa menggunakan strategi ini untuk meramalkan mana yang  paling menguntungkan. Perusahaan mengumpulkan jumlah data tentang konsumen yang membeli dan perilaku lain dan mengidentifikasi risiko kredit baik atau jelek.
  4. Memperkuat Keakraban dengan Pelanggan ini untuk mempererat hubungan dengan para penyalur dan mengembangkan keakraban. Contohnya dekat ketika kita belanja di Indomaret, maka pelayanan atau penjaga toko tersebut akan menyapa kita “ selamat datang kakak,selamat berbelanja” ini merupakan salah satu strategi yang digunakan Indomaret untuk memperkuat keakraban dengan pelanggan.

Penyesuain TI dalam mencapai tujuan bisnis begitu penting untuk penggunaan strategi dari sistem

Penyesuaian Teknologi Informasi bagi perusahaan untuk sangat di perlukan saat ini untuk mencapai tujuan bisnis karena di era globalisasi saat ini perusahaan dituntut untuk terus menerus mempersiapkan dirinya mengantisipasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. Apalagi dengan perkembangan sistem informasi manajemen yang berbasis teknologi yang cepat saat ini, perubahan itu menjadi sebuah kewajiban karena kalau tidak bisa mengikuti perkembangan zaman saat ini maka perusahaan itu akan ketinggalan, karena teknologi informasi dibuat dibuat berdasarkan standar internasional yang dapat digunakan perusahaan manapun sehingga mempermudah pesaing berkompetisi dalam harga  serta mempermudah pesaing baru masuk kedalam pasar. Karena informasi tersedia bagi  setiap orang maka teknologi informasi bisa memperkuat daya tawar pelanggan karena pelanggan bisa secara cepat dan transparan menemukan penyedia barang atau pun jasa yang memiliki harga paling murah di ditus website penyedia.  Contohnya saat ini bisnis online sangat menyamur pada era digital ini maka toko-toko atau distro akan sepi pengunjungnya, karena konsumen bisa melakukan tawar menawar dengan menggunakan teknologi sehingga sangat mudah bagi konsumen untuk mendapatkan posisi tawar yang baik dan bisa mudah mendapatkan barang yang diinginkan.