PENDEKATAN – PENDEKATAN DALAM STUDI PEMERINTAHAN KOTA

  1.       Pendekatan Ilmu Politik

Jurgen Ruland melakukan kategorisasi dengan enam pendekatan besar dalam  mempelajari pemerintahan kota : pendekatan legal kelembagaan (legal institutional approach), pendekatan normatif (normative approach), pendekatan model sirkular kausasion (model of the circular causation), pendekatan kekuasaan masyarakat (community power approach), pendekatan sistem terpenetrasi (penetrated system approach), dan pendekatan perbandingan (comparative approach).

Pendekatan Legal Kelembagaan lebih membahas pemerintahan kota dari peraturan -peraturan kelembagaan fungsi-fungsi yang dilaksanakan, kekuasaan atau urusan yang dimiliki, ukuran optimal pemerintah kota, otonomi, keuangan, manajemen personalia dan aspek-aspek prosedural. Pendekatan Normatif merupakan pendekatan antitesis terhadap pendekatan legal kelembagaan. Pendekatan ini lebih menekankan pada nilai-nilai demokrasi, partisipasi politik, otonomi lokal, keterwakilan,dan tanggung jawab terhadap publik.

Pendekatan Model Penyebab Sirkular berdasarkan pada model Gunnar Myrdal tentang hubungan antara institusionalisasi dan pembangunan ekonomi. Dengan menggunakan model ini juga Rigg menunjukkan dari hasil studinya di Filipina bahwa rendahnya tingkat ekonomi lokal dan lemahnya lembaga-lembaga lokal disebabkan oleh keterbelakangan (underdevelopment). Pendekatan Kekuasaan Masyarakat (Community Power Approach) merupakan pendekatan yang berusaha mengidentifikasi struktur kekuasaan dalam sebuah masyarakat melalui analisis empiris.

Pendekatan Sistem Penetrasi (Penetrated system approach) menganalisis pengaruh kekuatan supralokal dan interaksi politik vertikal terhadap pemerintah lokal. Dalam pendekatan ini, masyarakat dipandang sebagai sasaran pengaruh politik dan birokrasi utama, baik dari pemerintah lokal maupun pemerintah pusat dengan otoritas legal dan sumber daya keuangannya selalu menempatkan masyarakat dalam posisi lemah. Pendekatan Perbandingan (Comparative Approach) lebih memfokuskan pada profil dan perbandingan dari beberapa pemerintah lokal atau metropolitan.

2.      Pendekatan Ekonomi

Dalam pendekatan ekonomi, pemerintah kota dipandang  sebagai salah satu aktor ekonomi, yaitu sebagai produsen barang dan jasa bagi masyarakat kota. Dari perkembangan ekonomi kontemporer dalam skala global, peran pemerintah kota sebagai aktor ekonomi nasional. Proses globalisasi ekonomi sebuah bangsa, khususnya bangsa Indonesia telah menyebabkan pergeseran peran pemerintah baik pemerintah di tingkat pusat maupun daerah dari peran-peran tradisional.

Adapun penyebab proses globalisasi ekonomi yang pertama sebagai pengaruh langsung dari proses globalisasi yang melanda Asia Pasifik dan Indonesia pada khususnya. Kedua, kemampuan finansial pemerintah terbatas, yang berhadapan dengan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi untuk memperoleh pelayanan yang baik.

Peran tradisional yang biasanya dilakukan oleh pemerintah adalah memproduksi semua pelayanan publik yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan negara. Asumsi yang digunakan adalah bahwa semua kebutuhan masyarakat harus harus dibiayai oleh pemerintah dan sebaliknya, masyarakat berada pada posisi yang pasif. Sedangkan peran kewiraswastaan yang dilakukan oleh pemerintah kota hanyalah sebagai fasilitator saja. Kondisi ini telah menciptakan berbagaikan mekanisme pengelolaan atau manajemen pelayanan publik baru, seperti BOT dan BOOT.

Karakteristik ekonomi dan peran ekonomi dari pemerintah kota diatas menyebabkan beberapa pertanyaan yang relevan dengan keberadaan pemerintah kota di dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004. Permasalahan yang harus dikaji lebih mendalam dari sudut ekonomi politik kota adalah kedudukan kota sebagai tempat pemusatan modal dan aktivitas sektor formal modern. Pada posisi lain, kota telah menjadi tempat terjadinya marjinalisasi masyarakat pinggiran yang tidak dapat diserap di sektor formal-modern. Dikaitkan dengan kenyataan ini, makal pembelaan terhadap kepentingan masyarakat pinggiran yang tersingkir dari sektor formal adalah denga cara mengalokasikan peranan dan intervensi pemerintah kota secara optimal. Mekanisme pasar jelas tidak dapat diandalkan dalam mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran.

3.      Pendekatan Lingkungan

Pendekatan Lingkungan Pendekatan ilmu lingkungan dalam studi pemerintah kota merupakan pendekatan yang paling baru, yang bersifat interdisipliner antara ilmu social dan ilmu alam. Beberapa alasan rasional yang signifikan yang menuntut para pengambil kebijakan untuk memperhatikan masalah lingkungan ini, yaitu : keunikan karakteristik lingkungan wilayah perkotaan, tingkat pertumbuhan dan jumlah penduduk kota, tingkat pendapatan dan pembangunan ekonomi, masalah lingkungan yang bersifat menyebar, peran aktor-aktor local. Kualitas lingkungan di sebuah kota tidak di tentukan oleh actor saja, namun sebaliknya di tentukan oleh berbagai actor dan hasil interaksi antara mereka.

4.      Pendekatan Ruang Atau Spasial

Aspek ruang(space) merupakan aspek yang lebih penting diperhatikan oleh perencanaan kota atau wilayah. Administrasi pemerintahan yang bersifat terbuka, yang mempunyai ciri potensial untuk melakukan kontrol bila diperlukan. Beberapa instrumen dalam dimensi spasial yang diajukan oleh Heaphey adalah desentralisasi, partisipasi masyarakat bahwa dalam program pembangunan, dan profesionalisasi birokrasi. Dari sisi politik, desentralisasi memerlukan integrasi sistem nilai nasional atau ideologi nasioanal. Konsep “ nation building” sangat relevan diterapkan. Profesionalisasi sebagai suatu metode administrasi berkaitan erat dengan desentralisasi. Diharapkan setiap birokrat mempunyai pengetahuan dan ketrampilan yang cukup tentang tugas yang diembannya, sehingga terwujud “ professionally determined decentralized”, artinya desentralisasi yang terwujud karena adanya profesionalisme birokrasi pemerintahan.

Dalam sistem spasial terhadap enam komponen yaitu kota metropolitan, daerah lingkaran atau sekitar kota, desa kota, daerah pedesaan yang padat, daerah yang penduduk jarang dan kota-kota kecil. Pertumbuhan kota metropolitan dan desa kota memainkan peranan penting dalam tranformasi ekonomi.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s